Memasuki usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun, kita menorehkan sejarah bangsa yang menentukan, yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dilaksanakan serentak tahun 2019 nanti.
Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan ucapan duka cita atas sejumlah musibah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Indonesia sedang berduka.
Menurut intel Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi itu, menulis tak sekedar hobi. Lebih dari itu, menulis merupakan medianya melakukan kritik atas kondisi bangsa saat ini.
Hadir mengisi acara utama `Arahan Nasional: Peran Pemuda Milenial Dalam Merawat Empat Pilar Kebangsaan` yang digelar DPW LIRA Riau, di aula Rusli Zainal Dinas PU Provinsi Riau, yang dihadiri sekitar 300 lebih peserta para pelajar dan mahasiswa se Provinsi Riau, Selasa 14/8/2018, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengajak generasi muda agar waspada terhadap upaya-upaya perusak moral generasi muda bangsa
saat ini yang bisa merubah suatu bangsa adalah pemuda yang mampu menciptakan inovasi
Masyarakat berkewajiban menyampaikan pesan tentang jatidiri bangsa seperti yang terkandung dalam lima sila Pancasila
Menteri Amran merasa menyesal, karena tidak memaksimalkan kemampuan pria itu selama masih di Kementan. Atas penyesalan itulah, ia mengutus putra bangsa itu ke Negeri Samba untuk memperdalam kemampuannya.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mekuncurkan sebuah buku berjudul "Mengapa Indonesia Belum Sejahtera?". Ide awal buku tersebut muncul dari kegelisahan sejak lama terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini.
Para elit dan tokoh masyarakat diimbau untuk tidak membuat pernyataan yang dapat menyesatkan pemahaman publik maupun pernyataan yang bertendesi mengejek negara dan bangsa sendiri.
Empat Pilar perlu disosialisasikan mengingat urgensinya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Di negara yang begitu beragam, terdiri dari berbagai suku bangsa, termasuk di dalamnya bahasa, Pancasila menjadi alat pemersatu bangsa.