Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri melalui Twitter miliknya pada Jumat (17/11) mengatakan sedang dalam perjalanan menuju bandara di Arab Saudi
Wawancara itu merupakan sesuatu yang sangat langka antara kedua negara tersebut mengingat, Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal
Pemerintah Yaman mengatakan ratusan orang diculik secara paksa dan disiksa hingga mati di penjara milisi Houthi.
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Hizbullah adalah akar permasalahan di Lebanon karena telah membajak sistem Lebanon
Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri diperkirakan akan meninggalkan Arab Saudi menuju Prancis dalam waktu 48 jam, sebelum kembali ke Beirut
Presiden Hassan Rouhani mengatan sangat memalukan bagi sebuah negara Muslim mengemis ke rezim Israel untuk melakukan serangan militer melawan negara Lebanon.
Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.
Arab Saudi membantah menahan Hariri melawan keinginannya atau menekannya untuk mengundurkan diri.
Politisi senior Iran Ali Akbar Velayati mengatatakan pertemuannya dengan Saad Hariri, hanya menyerukan sebuah mediasi antara Iran dan Arab Saudi yang tegang dalam beberapa tahun terakhir
Melalui pesan Twitter miliknya, Hariri mendesak Lebanon agar tetap tenang. Ia mengatakan bahwa keluarganya akan tinggal di negaranya, Kerajaan Arab Saudi.