China berencana memvaksinasi 50 juta orang dalam kelompok berisiko tinggi sebelum liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu mulai 11 Februari.
Hubungan dengan Israel tidak bertentangan dengan dukungan dan advokasi Maroko untuk perjuangan Palestina.
Otoritas kesehatan di Irak dan Mesir mengumumkan pembelian jutaan dosis vaksin virus corona, dari AstraZeneca, Pfizer-BioNTech dan China Sinopharm.
Sumber pemerintah mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Maroko telah memilih vaksin China Sinopharm dan British AstraZeneca, yang keduanya membutuhkan dua suntikan.
Mesir menandatangani kontrak untuk mendapatkan vaksin yang dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) pada 4 Desember
Agensinya dapat menggandakan portofolio satu miliar dolar saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel.
Pekerja di bidang logistik dan di pasar yang menjual daging segar dan makanan laut juga akan ditempatkan lebih tinggi pada daftar mereka yang menerima vaksin, bersama dengan orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis yang mendasarinya.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, kabar tersebut sangat bisa mempengaruhi sosiologis di tengah masyarakat, karena timbul kesan vaksin produk China, justru tidak dipakai negaranya sendiri.
Setidaknya satu juta orang telah menerima suntikan di China setelah kandidat vaksin disetujui untuk penggunaan darurat, tetapi sejauh ini mereka hanya terbatas pada kelompok prioritas seperti pegawai negeri dan pelajar internasional.