Momen Idulfitri atau Lebaran biasanya penuh kebahagiaan, di mana keluarga dan kerabat berkumpul, menikmati hidangan khas, serta berbagi kebahagiaan. Namun, tak jarang, kebiasaan makan berlebih saat dan setelah lebaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius
Momen Idulfitri atau Lebaran sering kali identik dengan hidangan lezat yang menggoda selera seperti ketupat, opor, rendang, hingga cemilan serba manis. Setelah berbulan-bulan berpuasa, tubuh cenderung menginginkan berbagai makanan kaya kalori, gula, dan lemak
Meskipun makan dan menikmati hidangan Lebaran menjadi bagian penting dari perayaan, ada beberapa hal yang perlu diingat agar perayaan tidak berakhir dengan masalah kesehatan.
Tinjau Makan Bergizi Gratis di Ngawi, Ibas Apresiasi Peran TNI, Ahli Gizi dan Masyarakat dalam Program MBG
Perubahan jadwal makan dan aktivitas bisa mempengaruhi kualitas tidur, yang berujung pada kelelahan dan penurunan energi sepanjang hari
Perubahan rutinitas, pola makan, dan waktu tidur selama berpuasa dapat memengaruhi kondisi mental, sehingga sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosional selama bulan suci ini.
Mentrans Iftitah menyampaikan, pembuatan Satuan Pelayanan ini dilakukan melalui SPPG yang merupakan unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis
Program itu memakan anggaran sangat besar dan ada potensi curang atau fraud.
Menko Pangan menegaskan perlu mempersiapkan rantai pasok bahan makanan untuk MBG karena setiap daerah tentu akan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda
Tambahan anggaran untuk untuk melayani 82,9 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan percepatan dari Presiden