Transfer senjata itu termasuk rudal berpandu presisi yang diproduksi oleh Raytheon yang dipersalahkan atas korban sipil dalam perang udara Saudi-UEA di Yaman.
Arab Saudi menuduh Iran memerintahkan serangan pesawat tak berawak ke stasiun pompa minyak di kerajaan itu, yang diklaim kelompok Houthi, dan sabotase tanker minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Desakan itu menyusul meningkatanya ketegangan satu sisi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sisi lain, sekutu Teluknya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan diadakannya KTT Teluk dan Arab di Makkah pada 30 Mei menyusul serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi dan empat kapal di lepas pantai UEA.
Serangan itu terjadi dua hari setelah empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Saudi, disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Arab Saudi mengklaim bahwa dua kapal minyak telah diserang di perairan dekat Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (13/5).
Para mata-mata Amerika bekerja dalam "Project Raven", sebuah program intelijen rahasia Emirat yang memata-matai para pembangkang, pejuang dan penentang politik kerajaan UEA.
Kabinet UEA pada 11 Maret mengadopsi Strategi Luar Angkasa Nasional 2030, yang mencakup 36 tujuan dan 119 inisiatif yang menguntungkan lebih dari 85 entitas di UEA.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) adalah donor utama, masing-masing menjanjikan UAD500 juta
Pada saat yang sama penjualan senjata ke negara itu sedang dalam pengawasan, karena peran UEA dalam perang yang menghancurkan Yaman.