Gempa berkekuatan 7,8 yang melanda Türkiye tenggara dan Suriah utara pada 6 Februari telah menewaskan lebih dari 45.000 orang.
Ledakan keras terdengar di atas ibu kota sekitar pukul 12.30 waktu setempat, dan SANA melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah "menghadapi target musuh di langit sekitar Damaskus".
Sebanyak 16 kelurahan yang terdampak banjir antara lain Jagalan, Pucangsawit, Sudiroprajan, Jebres, Gandekan, Sewu (Jebres), Pasar Kliwon, Mojo, Joyosuran, Kedung Lumbu, Semanggi, Sangkrah (Pasar Kliwon), Joyontakan, Tipes (Serengan), Bumi, dan Pajang (Laweyan).
Ancaman lain yang juga sangat mengkhawatirkan perekonomian dunia saat ini adalah perubahan iklim global dan banyaknya bencana alam (kekeringan, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dll) di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Bencan tersebut juga merusak kota-kota di kedua negara, membuat banyak orang yang selamat kehilangan tempat tinggal di suhu musim dingin yang hampir membeku.
K9, homofon anjing, adalah anjing yang dilatih khusus untuk membantu pasukan keamanan dan tim darurat dalam penyelamatan, penegakan narkoba, atau operasi lainnya.
Gempa berkekuatan 7,8 SR dan gempa susulan pada 6 Februari menewaskan lebih dari 37.000 orang di Türkiye dan Suriah.
Akibat gempa bumi di Turki, dua WNI meninggal dunia, yaitu seorang ibu dan anak.
Kegiatan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) saat ini masih melakukan penggalangan dana dengan mencoba merebut simpati masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan antara lain terhadap kegiatan-kegiatan peristiwa gempa bumi di Cianjur lalu.
Delapan hari setelah gempa berkekuatan 7,8, media Turki melaporkan segelintir orang masih ditarik dari puing-puing saat ekskavator menggali kota-kota yang hancur.