Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum menandatangani komitmen kampanye damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lantas bagaimana sikap KPU?
Selain maraknya atribut partai politik dan Ormas pendukung Jokowi, teriakan Projo menjadi salah satu alasan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walk out dari kampanye damai Pemilu 2019 yang digelar KPU.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai melanggar aturan yang dibuat terkait pelaksanaan kampanye damai Pemilu 2019. Sebab, maraknya atribut partai dan ormas pendukung Jokowi di Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walk out (WO) saat mengikuti deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU, di Monas, Jakarta, Minggu (23/9).
Partai politik peserta Pemilu 2019 serta tim sukses pasangan capres-cawapres akan menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (23/9).
Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan dengan sejuk dan damai.
Pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma`ruf Amin mendapat nomor urut 1 dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Bagaimana tanggapan Jokowi soal nomor urut 1?
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar pengundian nomor urut terhadap pasangan capres-cawapres yang akan berlaga pada Pilpres 2019 mendatang.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pengundian terhadap pasangan capres-cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 2019 mendatang.
Pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma`ruf Amin tidak begitu mempersoalkan nomor urut yang diperoleh dalam pengundian di Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti.