Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun mereka mencurigai insiden itu ulah Houthi.
Angkatan Udara Kerajaan Saudi (RAFF) berhasil terlebih dahulu mengcegat dan menghancurkan rudal tersebut sebelum menghantam penduduk sipil
Disebutkan empat nama pertama bekerja dengan Houthi melalui Pengawal Revolusi Iran, sementara Tehran telah membantu dengan pembiayaan Garda Revolusi.
Serangan ini adalah serangan rudal ketiga yang dilancarkan pemberontak Houthi sejak awal Ramadhan tahun ini.
Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencatat enam warga sipil tewas dan 57 cedera pada minggu pertama bulan Mei.
Elemen yang paling penting di antaranya adalah sirine peringatan, yang dirancang untuk menghadapi berbagai jenis risiko dan memperingatkan penduduk saat keadaan darurat
Misil-misil itu ditembakkan oleh Houthi dari seberang perbatasan Yaman. Kejadian tak berselang lama setelah Donald Trump manarik Amerika Serikat dari kesepakat nuklir.
Para saksi mengatakan jet tempur mengebom Sanaa beberapa kali pada Senin, dengan televisi Al-Masirah yang dikuasai pemberontak menyalahkan koalisi pimpinan Saudi untuk serangan itu.
Kebijakan itu bertentangan dengan klaim militer AS bahwa bantuannya kepada pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman terbatas pada "dukungan non-tempur".
Selain itu, 12 wartawan dilaporkan telah diculik oleh kelompok Houthi, sedangkan satu orang lainnya diculik oleh organisasi Al-Qaeda di kota Hadhramaut.