Sebuah ledakan bom besar telah melanda ibukota Afghanistan, Kabul, yang tampaknya menjadi serangan besar mematikan pertama di kota itu
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan, tidak ada lagi alasan Pyongyang untuk terikat moratorium deklarasi balistik rudal balistik dan uji coba bom nuklir.
Tubuh Moujtaba hancur lebur, dan tewas seketika ketika kakinya menginjak bom ranjau yang dijatuhkan oleh Uni Soviet 40 tahun lalu di perbukitan provinsi Bamiyan, Afghanistan tengah.
BIN dinilai berhasil dalam melakukan operasi cipta kondisi Papua aman dan damai.
tiga perwira polisi militer Rusia menerima luka-luka ringan ketika sebuah alat peledak buatan sendiri meledak
Pernyataan itu dia sampaikan saat mengunjungi lokasi jatuhnya bom atom nuklir Amerika Serikat di Nagasaki, Jepang, yang menewaskan puluhan ribu jiwa dalam akhir Perang Dunia II.
Serangan mematikan tersebut telah menewaskan 18 orang dan melukai 30 lainnya, menurut Kementerian Pertahanan Turki pada Minggu (17/11).
Serangan itu terjadi di distrik al-Bab Suriah utara, yang dikendalikan oleh pejuang oposisi yang didukung Turki.
Bom itu kabarnya menghantam sebuah stasiun bus dan taksi di kota itu, juga melukai 33 orang, beberapa di antaranya serius.
Mereka (kelompok 212) istilahnya bukan kelompok bersenjata atau kelompok yang melakukan bom bunuh diri.