Rejim Assad mengambil posisi waspada pada kemungkinan serangan Ameria Serikat menyusul serangan kimia di Ghouta Timur.
DK gagal menyetujui tanggapan terhadap dugaan serangan kimia di Suriah yang dikuasai pemberontak Douma selama akhir pekan yang memantik kemarahan global.
Rusia negara pertama yang memveto resolusi yang diusung Amerika Serikat untuk membentuk kelompok yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kesalahan atas serangan kimia di negara yang dilanda perang.
Pelaku serangan kimia akan membayar harga yang mahal.
White Helmets, mengatakan rezim Assad yang melakukan serangan di kawasan Douma, Ghouta Timur itu, yang menurut mereka membunuh 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
SNHR dalam laporannya menyatakan bahwa rezim telah melakukan 214 serangan kimia di Suriah sejak awal perang sipil pada tahun 2011.
Serangan kimia di distrik Douma di Ghouta Timur pada Sabtu (7/4) sekali lagi membuktikan bahwa ia masih belum berhenti menggunakan senjata kimia.
Abu Jaafar mengaku serangan gas kimia telah membuatnya nyaris tewas, sebab tak bisa bernapas.
Serangan itu merusak provider layanan internet, dan memotong akses untuk para pelanggan.
Pelaku bekerja sebagai asisten riset di Fakultas Ilmu Pendidikan