Departemen Keuangan AS juga mengklaim, bank Libanon sudah menyalurkan uang kepada keluarga para pelaku serangan bom teroris.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak bersedia membantu pembangunan perdamaian dan keamanan di seluruh Timur Tengah.
Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa tidak akan melakukan penarikan penuh dan bahwa Washington akan terus memaksa untuk mengumpulkan intelijen tinggi.
Trump, beberapa kali mengindikasikan bahwa perubahan iklim hanya tipuan yang dilakukan China.
Gedung Putih sudah lama memperingatkan Turk agari tidak menjauhi jet tempur siluman S-400 dan F-35 Amerika.
Trump mempertimbangkan penggunaan bom nuklir, untuk memecah kumpulan topan sebelum mendarat di AS.
Presiden AS, Donald Trump menaikkan tarif eksisting atas produk China senilai USD250 miliar dari 25 persen menjadi 30 persen per 1 Oktober 2019.
Presiden AS saat ini tidak layak untuk menjabat dan harus ditolak untuk masa jabatan kedua.
Kesenjangan antara elit menjadi lebih jelas pada hari Jumat (23/8), ketika Trump menyiratkan bahwa kepala bank sentral AS adalah "musuh" yang lebih besar daripada Presiden China, Xi Jinping.
Donald Trump membantah bahwa perang dagangnya dengan China, akan menyebabkan gesekan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.