Jumlah tersebut rinciannya, Rp7,9 triliun diperuntukkan bagi Rencana Respon Kemanusiaan (HRP) PBB untuk Yaman, dan Rp397 miliar untuk penanganan Covid-19.
Yaman, negara termiskin di dunia Arab, telah dikejutkan oleh perang saudara sejak 2014.
Banyak kelompok kemanusiaan dan beberapa anggota Kongres AS sudah meminta Washington untuk tidak memotong bantuan ke Yaman pada saat pandemi virus corona menyebar di Timur Tengah.
Menurut HRW, pelanggaran tersebut termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pemindahan tahanan secara ilegal ke Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.
Fasilitas kesehatan di seluruh negara yang dilanda perang belum mencatat kasus virus corona, dan semua kedatangan melalui udara, darat dan pelabuhan diperiksa dengan ketat.
Ansarullah mengatakan, agresi militer Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman telah memicu kelaparan, kemiskinan dan wabah penyakit
Utusan Khusus PBB Martin Griffiths menyerukan untuk segera mengakhiri aksi militer oleh pihak-pihak yang bertikai Yaman
Amerika Serikat menuding Iran kembali melakukan upaya untuk mengirimkan senjata ke milisi Houthi Yaman.
Untuk menjadi teguh membutuhkan pengetahuan tentang Ahl al-Bayt untuk menuntun masyarakat, lembaga Islam dan Muslim.