Solidaritas menjaga pemilu sebagai pilar demokrasi, berjalan secara damai, dan melahirkan pemimpin negara dan wakil-wakil rakyat yang adil dan membawa perdamaian bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.
Mari datang ke TPS dan memilih Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Ajak semua keluarga untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia nanti.
Kita selalu dipertontonkan drama drama kekuasaan yang memuakan, telanjang tanpa rasa malu memperlihatkan pertunjukannya yang semena mena. Peraturan dirubah seenaknya sendiri, konstitusi di rubah demi anak kandung sendiri, mahkamah konstitusi sebagai benteng terahir keadilan konstitusi nyata nyata melakukan pelanggaran etik yang berat, namun penguasa hari ini menganggapnya ini hal yang biasa, bahkan merasa ini sebuah kebenaran.
Politik kekuasaan yang abai terhadap kepentingan rakyat seakan kembali hadir sebagai panglima. Praktik berpolitik semakin jauh dari nilai-nilai kebajikan dan tidak lagi dibingkai sebagai sarana melayani kepentingan bangsa dan negara.
Penulis Buku Hitam Prabowo Subianto, Buya Azwar Furgudyama mengingatkan masa depan demokrasi kali ini berada dalam ancaman nyata.
Sidang Tokoh Demokrasi dan Taipan Media Hong Kong Dimulai, Inggris Tuntut Pembebasan
Jokowi telah membawa demokrasi pada titik nadir, dimana kekuasaannya telah mengintervensi hukum demi melanggengkan kekuasaan keluarga dan memberikan jalan mulus bagi anaknya untuk dapat maju sebagai Capres.
Peranan besar Jokowi dalam memundurkan demokrasi sudah terlihat sejak politisi PDIP itu mendukung Revisi UU KPK pada 2019 silam.
Tokoh Demokrasi Hong Kong Terancam Penjara Seumur Hidup, China Jadi Sorotan