Terakhir ini mencuat isu lagi, mengenai rencana penghapusan subsidi listrik 450 VA dan menggantinya dengan 900 VA.
Secara umum keuntungan bagi masyarakat dalam penggunaan kompor induksi adalah efisiensi dan keamanan yang lebih baik, dibandingkan dengan penggunaan kompor LPG, yang kadang muncul kasus kebocoran gas atau kebakaran.
BUMN tidak pernah punya rencana untuk menaikkan tarif listrik dengan menghilangkan pelanggan 450 VA dan mengubahnya menjadi 900 VA.
Tahun depan dana Perlinsos berkurang dari tahun ini
Saya minta pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi sehingga bantuan sosial tepat sasaran dan tepat waktu.
Pemerintah harus terbuka soal hitungan-hitungan HPP BBM bersubsidi ini. Masa harga jual BBM bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi hampir sama.
Daya listrik 450 VA dihapus, dan untuk rumah tangga miskin yang menerima subsidi listrik, dinaikkan menjadi 900 VA.
Subsidi listrik dinikmati sebagian besar oleh seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masuk dalam DTKS.
Apa pemerintah sudah tidak mampu lagi renegosiasi dengan pihak pembangkit listrik swasta (IPP) untuk mengerem tambahan pembangkit baru dalam upaya menekan surplus listrik ini?
Persoalan subsidi energi menjadi pergumulan kami di Komisi VII dari waktu ke waktu. Dan memang seperti memakan buah simalakama. Jadi, menambah subsidi berurusan dengan ruang fiskal APBN. Mengurangi subsidi walau ditambah bantalan, masyarakat miskin kita masih cukup besar. Dan pasti akan terjadi gejolak yang luar biasa