Pria 42 tahun itu menyelesaikan penahanan 30 hari sebelumnya pada bulan September karena mengatur unjuk rasa tidak sah di awal tahun.
Keputusan itu dikeluarkan setelah pihak oposisi mengkritik keras hubungan Turki dan McKinsey.
Padahal pada saat yang sama, Navalny baru saja keluar dari penjara, setelah bulan lalu pengadilan memvonisnya 30 hari penjara dengan tuduhan serupa.
Erdogan menyerukan gencatan senjata di provinsi barat laut Idlib, benteng oposisi terakhir di Suriah, karena serangan pasukan rezim Suriah diperkirakan terjadi setiap hari.
Otoritas Rusia tidak mengesahkan banyak demonstrasi, menyebabkan beberapa orang menghindari area karena takut ditangkap.
Kesadaran untuk menerima perbedaan atau warna politik justru adalah kekayaan Indonesia. Dimana, oposisi bertindak sebagai pengawas atau kontrol atas roda pemerintahan.
Pemerintah Rusia berencana untuk meningkatkan usia pensiun dari 55 menjadi 63 untuk wanita dan dari 60 menjadi 65 untuk pria. Sementara itu, harapan hidup untuk pria di Rusia adalah 66 dan untuk wanita adalah 73
Sosok Erdogan, bagaimana pun, telah mengontrol setiap senti kehidupan warganya, dan menyapu setiap perlawanan oposisi.
Kelompok oposisi menolak hasil pemilihan presiden (pilpres) Zimbabwe, yang dituding sebagai hasil palsu, di mana Presiden Emmerson Mnangagwa dinyatakan sebagai presiden terpilih.
Jokowi kemungkinan akan kewalahan, jika pihak oposisi mendorong Raja Dangdut, Rhoma Irama, sebagai calon presiden.