Pernyataan itu muncul satu hari setelah Gedung Putih memberi Ankara lampu hijau untuk menyerang negara tetangga selatannya, dan memicu kepanikan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS.
Pernyataan disampaikan hanya beberapa hari sebelum pejabat tinggi AS dan China akan memulai kembali pembicaraan perdagangan di Washington.
Gedung Putih mengatakan, keputusan itu muncul setelah pembicaraan yang dilakukan lewat telepon antara Trump dan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan.
Dalam periode 30 hari antara Agustus dan September, kelompok itu, yang disebut "Fosfor" oleh perusahaan, melakukan lebih dari 2.700 upaya untuk mengidentifikasi akun email konsumen milik pelanggan tertentu dan kemudian menyerang 241 akun tersebut.
Merujuk pada penyelidikan pemakzulan Presiden AS, Donald Trump dan sidang pra dakwaan yang mengancam masa jabatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minggu lalu adalah tanda bahwa kedua pemimpin terperosok dalam krisis.
Trump, dengan jelas mengatakan ingin bertemu dengan sosok pembocor tersebut, dan menjanjikan sebuah konsekuensi yang besar.
Trump menahan bantuan AS untuk menekan pemimpin Kiev untuk mematuhi perintahnya tersebut.
Rouhani mengatakan akan melakukan negosiasi dengan AS setelah terlebih dahulu kembali pada kesepakatan nuklir Iran dan mencabut sanksi yang telah diberlakukan sejak penarikan.
Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mengumpulkan dana sebanyak USD125 juta.
Amerika Serikat (AS) gagal dan akan terus gagal dalam kampanye tekanan maksimum terhadap bangsa Iran.