Dua pejabat penting yang terlibat dalam program nuklir dan rudal Korea Utara dikabarkan tidak terlihat di acara publik minggu ini.
Kemampuan senjata nuklir Korea Utara saat ini menjadi sebuah ancaman, namun senjata Pyongyang itu tidak akan mampu menyerang tanah air Amerika Serikat.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mendeteksi gempa kecil mengguncang daerah di dekat lapangan uji coba nuklir Korea Utara.
Menteri Luar Negeri Korea Utara megatakan pemerintah Pyongyang tidak akan menghentikan program nuklirnya dalam kondisi apapun
Keiginan itu terjadi di tengah bentrok dengan Korea Utara, dan keinginan melakukan decertify kesepakatan internasional seputar program nuklir Iran.
Menurut Borisenko, Washington hanya menggunakan ancaman rudal Korea Utara hanya sebagai dalih untuk menerapkan sistem THAAD yang dekat dengan perbatasan Rusia dan China.
Di antara dokumen yang bocor, adalah Rencana Operasional 5015 untuk digunakan dalam perang dengan Korea Utara dan termasuk prosedur untuk menyerang pemimpin Kim Jong-Un.
Amerika Serikat mengirim dua pesawat pembom strategis B-1B ke Korea Selatan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
Presiden Rodrigo Duterte meminta sekutu Filipina untuk bersatu melawan ancaman rudal dan nuklir Korea Utara.
Korea Utara terus berpaya meningkatkan jangkauan rudal balistiknya hingga mencapai 9.000 kilometer (5592.34 mil).