Ayatollah Khamenei mengatakan pada Rabu (14/4) bahwa telah memerintahkan diplomat Iran untuk melanjutkan negosiasi, tetapi memperingatkan, pembicaraan tidak boleh berlarut-larut.
Sebuah kapal milik Israel dikabarkan mendapatkan serangan di dekat Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (14/04) waktu setempat.
Langkah tersebut akan membawa Iran mendekati ambang kemurnian 90 persen untuk penggunaan militer dan memperpendek potensi waktu pelarian untuk membuat bom atom, sebuah tujuan yang dibantahnya.
Dinas mata-mata negara itu Mossad berhasil melakukan operasi sabotase di kompleks bawah tanah Natanz, yang berpotensi menghentikan pekerjaan pengayaan di sana selama berbulan-bulan.
Sekitar 470.000 personil Polri dan 800.000 personel TNI harus melayani dan melindungi, sekaligus menjaga sekitar 270 juta jiwa penduduk.
Iran juga menyalahkan Israel atas pembunuhan seorang ilmuwan yang memulai program nuklir militer negara itu beberapa dekade sebelumnya pada November.
Kejadian ini sehari setelah Teheran meluncurkan sentrifugal pengayaan uranium canggih baru di situs tersebut.
IR6 juga dianggap sebagai mesin sentrifugal paling ramah lingkungan yang digunakan Iran saat ini, yang dijadwalkan akan diproduksi secara massal pada tingkat industri.