Zarif mengatakan telah melakukan percakapan telepon dengan rekannya dari China, Wang Yi, menekankan bahwa Teheran berdiri tegak di sebelah Beijing ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia.
Sanksi itu disebut masih kelanjutan dari upaya Paman Sam untuk menekan Teheran setelah Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral Iran 2015 pada Mei 2018.
Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan sebanyak 45% dari listriknya, tetapi AS berusaha untuk mengambil Baghdad dari orbit Teheran.
Keputusan Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 Iran, karena pertumbuhan ekonomi Teheran sudah melejit setelah implementasi pakta tersebut.
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan Riyadh siap melakukan pembicaraan dengan Teheran, tetapi tergantung pada Iran.
Zarif juga mengatakan siap mengunjungi Arab Saudi untuk membantu mengurangi ketegangan antara Riyadh dan Teheran.
Teheran tidak ingin mencari gara-gara di wilayah tersebut, tetapi siap memberikan tanggapan yang mematikan terhadap setiap tindakan agresi.
Pesawat Ukraina secara dianggap sebagai rudal jelajah musuh ketika ditembak jatuh sistem pertahanan rudal tambahan yang dikerahkan ke barat daya Teheran.
Macaire ditangkap secara singkat selama protes di depan Universitas Amir Kabir di pusat kota Teheran.