Sesuai dengan arahan yang disampaikan Ketua Fraksi PDIP tadi, kita sudah mengusulkan dan meminta izin kepada pimpinan DPR akan melakukan pertemuan di masa reses.
Hingga Minggu (2/10), tercatat total korban tragedi Kanjuruhan adalah 448 orang, di mana 125 di antaranya tewas.
Polri akan menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan terjadinya peristiwa tersebut.
Politikus Demokrat ini juga meminta dilakukan evaluasi atas tindakan represif aparat keamanan ke suporter atau pendukung dari Arema FC dan Persebaya.
Jokowi juga memerintahkan Menpora, PSSI dan Kapolri untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola.
Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang.
Potret buruk rupa juga semakin mencoreng wajah aparat keamanan atau kepolisian. Tiada antisipasi dan penanganan keamanan yang siap siaga. Malah, melakukan tindakan penanganan yang justru menimbulkan kekacauan dan kepanikan.
Insiden nahas itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam.
Politikus Gerindra ini menilai, situasi yang dihadapi pihak Polisi sangat rumit karena sudah mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan dalam pertandingan tersebut.
Dalam tragedi itu, sedikitnya 127 orang meninggal dunia dan 180 orang lainnya luka-luka