Pembelajaran dan ingatan umumnya diasosiasikan dengan otak dan sel-sel otak saja, tapi studi kami menunjukkan bahwa sel-sel lain di tubuh juga bisa belajar dan membentuk memori
Dalam sejumlah uji coba, konsumsi blueberry ditunjukkan mampu meningkatkan hasil tes kognitif. Peningkatan terlihat baik pada tugas-tugas memori jangka pendek maupun pengendalian impuls dalam situasi penuh tekanan.
Sebenarnya saya tidak ingin berkomentar terhadap kinerja PBNU 2022-2027. Tidak mau tahu, juga tidak ingin menjejali kepala saya dengan memori perilaku para pemimpin di PBNU, sekarang
Berbeda dengan déjà vu yang membuat sesuatu yang baru terasa familiar, jamais vu justru kebalikannya, yakni sesuatu yang sangat dikenal terasa asing dan tidak nyata.
Jika déjà vu adalah perasaan akrab terhadap sesuatu yang baru, maka jamais vu adalah kebalikannya. Ia membuat sesuatu yang sangat kita kenal tiba-tiba terasa asing, bahkan tidak nyata.
Hyperthymesia bukan sekadar daya ingat kuat, tetapi kemampuan merekonstruksi pengalaman pribadi secara utuh, termasuk emosi, lokasi, dan nuansa yang menyertainya. Dalam kasus TL, kemampuan ini disertai kesadaran reflektif yang memungkinkannya menjelajah waktu secara mental.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One membuktikan bahwa elemen-elemen musik seperti tempo, energi, dan tingkat akustik dapat memengaruhi cara seseorang mengingat masa lalu. Studi ini dilakukan oleh dua peneliti dari Inggris, Safiyyah Nawaz dan Diana Omigie.
Musik selama ini dikenal mampu mencerahkan suasana hati, membuat aktivitas berat terasa lebih ringan. Namun, studi terbaru dari UCLA mengungkap bahwa musik juga berperan penting dalam menguatkan memori—asal menimbulkan respons emosional yang tepat.
Tim peneliti yang dipimpin oleh neurolog Michelle Chen dari Rutgers Institute for Health menemukan bahwa memendam stres secara signifikan mempercepat kerusakan memori. Setiap peningkatan dalam kebiasaan internalisasi stres berkorelasi dengan laju kehilangan ingatan yang setara dengan efek stroke ringan.
Beberapa rivalitas antarnegara di atas lapangan tak hanya ditentukan oleh skor akhir, melainkan dibentuk oleh memori kelam perang, pendudukan, atau gesekan ideologi yang berlangsung di luar stadion.