Tim pemenangan Donald Trump tampaknya sudah bersiap untuk melakukan serangan balik terhadap Partai Demokrat, menyusul pemakzulan presiden yang dilakukan partai oposisi tersebut di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS).
Kedua negara juga terlibat dalam sejumlah perselisihan lain, termasuk operasi angkatan laut AS di Laut Cina Selatan, dan hubungan AS dengan Taiwan, dan dukungan Kongres AS untuk para pengunjuk rasa di Hong Kong.
Pasalnya, Senat AS saat ini didominasi oleh Partai Republik, partai pendukung Trump di pemilu 2016, yakni berjumlah 23 dari total 35 kursi.
Perry mengatakan kejadian pemakzulan tersebut bisa memberikan pengaruh kepada kondisi pasar keuangan global dalam jangka pendek
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan gejolak politik dunia menambah tekanan kepada ketidakpastian ekonomi semakin berat
Rouhani mengecam sanksi dan tindakan terorisme ekonomi yang dijadikan Paman Sam sebagai senjata untuk mendominasi dan memaksakan tuntutannya sendiri yang tidak sah di negara-negara lain.
Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Serikat (AS) asal Partai Republik Mitch McConnel, menyatakan siap `membebaskan` Presiden Donald Trump dari upaya pemakzulan.
Senat diperkirakan akan melangsungkan sidang peradilan atas hasil keputusan DPR ini pada awal Januari mendatang.
Presiden Andrew Johnson menghadapi pemakzulan dari DPR AS pada Maret 1868. Dia dianggap melanggar tiga pasal, yaitu lalai dalam melaksanakan tugas, melanggar sumpah, dan merendahkan Konstitusi AS.
Bila Trump lengser, Wakil Presiden Mike Pence akan menggantikan dirinya menjadi presiden. Setidaknya hingga Januari 2021