Data PBB menunjukkan bahwa 5,03 juta telah meninggalkan Ukraina pada Rabu (20/4).
Kreminna, yang berpenduduk lebih dari 18.000 jiwa sebelum perang dengan Rusia, tampaknya menjadi kota pertama yang dipastikan telah direbut pasukan Rusia sejak mereka melancarkan serangan baru di wilayah Donbas di Ukraina timur.
Kota itu, yang berpenduduk sekitar 62.000 jiwa sebelum perang, adalah salah satu titik api utama pertempuran dengan pasukan Rusia sebelum mereka mundur dari wilayah utara Ukraina untuk mengintensifkan serangan mereka di timur.
Menurut Zelensky, pemerintah Rusia bisa menggunakan senjata apa saja, termasuk penggunaan senjata nuklir. Karena itu, antisipasi harus dilakukan seperti obat anti-radiasi dan tempat perlindungan serangan udara.
Meski tidak ada kontak senjata antara kedua belah pihak yang berselisih, ternyata perang ini menyisakan sejumlah fakta unik dan menarik, yaitu penggunaan hewan sebagai senjata, alat uji coba, hingga mata-mata.
Menlu Ukraina bekerja sama dengan para mitra untuk membuat arsip online guna mendokumentasikan kejahatan perang Rusia.
Rusia sebelumnya mengatakan, lebih dari 500 awak kapal penjelajah rudal era Soviet dievakuasi setelah amunisi di dalamnya meledak. Ukraina mengatakan pihaknya menabrak kapal perang dengan rudal anti-kapal Neptunus buatan Ukraina.
Moskow adalah kapal besar kedua yang diketahui mengalami kerusakan serius sejak dimulainya perang. Bulan lalu, Ukraina mengatakan telah menghancurkan kapal pendukung pendaratan, Orsk, di Laut Azov yang lebih kecil.
Perang di Ukraina ditandai oleh kekuatan jahat karena perang tersebut meninggalkan kekejian seperti pembantaian warga sipil.
Bantuan militer tersebut senilai US$750 juta sekitar Rp 10,7 triliun untuk perang melawan pasukan Rusia.