China akhirnya memilih untuk memfokuskan pengujian virus corona baru (Covid-19) pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, seperti orang-orang dari daerah yang terinfeksi atau dengan gejala.
BGI akan menyediakan peralatan untuk melakukan 9,000,000 tes COVID-19, termasuk penyediaan perangkat dan persediaan, dengan 500 ahli, spesialis dan teknisi yang melakukan tes.
China melaporkan 11 kasus virus corona baru (Covid-19) pada Sabtu (25/4) kemarin, setelah 12 hari sebelumnya Beijing mencatatkan nol kematian, menurut data resmi yang dipublikasikan pada Minggu (26/4).
Dalam sepucuk surat kepada Presiden Donald Trump, mereka menyerukan pemulihan segera dana AS, yang ditangguhkan Trump pekan lalu dengan dalih WHO sebagai China senteris.
Ini merupakan upaya lebih lanjut AS, setelah menyuarakan tuduhan bahwa virus corona baru (Covid-19) bocor dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan.
Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga menuduh China gagal melaporkan penularan virus dari manusia ke manusia.
China menuduh Australia telah disetir oleh Amerika Serikat atas kritiknya terhadap Beijing, terkait penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Trump mengatakan, virus corona bisa terjadi akibat sebuah kesalahan yang keluar dari kendali atau dilakukan dengan sengaja.