Pembunuhan terhadap wartawan Saudi di Konsulat Istanbul melanggar Konvensi Vienna 1963 tentang Hubungan Konsuler.
Menurut Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland dalam sebuah pernyataan, klaim Saudi soal kematian Khashoggi terkesan kurang konsisten.
Anggota Komite Layanan Bersenjata DPR dan mantan prajurit Marinir AS ini, mengatakan negaranya harus menuntut sekutu-sekutunya untuk menghormati hak asasi manusia.
Akun palsu tersebut dibuat dengan tujuan melakukan pembelaan terhadap Saudi dan menjatuhkan nama baik Khashoggi.
Surat kabar New York Times menyebut Jamal Khashoggi adalah salah satu sasaran pemerintah Saudi
Presiden Turki Erdogan bertekad untuk mengungkap rincian pembunuhan wartawan Arab Saudi
Azoulay juga mengingatkan adanya Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas untuk Kejahatan Terhadap Jurnalis yang akan ditanda tangani UNESCO pada 2 November mendatang.
Delapan belas hari yang lalu, wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post dibunuh dengan cara pertumpahan darah yang brutal.
Klaim Arab Saudi bahwa Khashoggi telah mati dalam sebuah perkelahian, bukannya sengaja dibunuh adalah pengakuan pertama Riyadh atas kematiannya setelah dua minggu penyangkalan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Al-Tubaigy, bersama dengan tim bantuan, menarik tubuh Khashoggi ke sebuah ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya di dalam konsulat Saudi di Istanbul.