Dalam pidato yang disiarkan langsung, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyoroti kehadiran militer AS yang sumber masalah di wilayah tersebut untuk segera angkat kaki.
IRGC menembakkan sejumlah rudal ke arah Ain al-Assad Airbase di provinsi Anbar Irak barat, dan pos terdepan di Erbil, ibukota Kurdistan Irak semi-otonom, yang keduanya menampung pasukan AS. .
Demokrat telah mengirim surat kepada pemerintahan Trump menuntut jawaban sehubungan dengan laporan puluhan warga Iran-Amerika yang ditahan
Donald Trump menyebut situasi pangkalan militer AS di Irak sedang baik-baik, meski baru saja diserang oleh Iran pada Rabu (8/1) pagi.
Delapan tahun lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah memperingatkan pendahulunya, Barack Obama supaya tidak "memainkan kartu Iran" untuk kepentingan kampanye.
Puluhan rudal permukaan ke permukaan ditembakkan di pangkalan udara strategis AS. Serangan itu kemudian dikonfirmasi oleh para pejabat Washington.
Tujuan utama Washington dalam melakukan kejahatan membunuh Jenderal Soleimani dan Muhandis adalah untuk mengkonsolidasikan hegemoni atas Irak dengan meneror rakyat Irak.
Trump menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap hukum internasional dengan mengancam akan menyerang situs-situs penting yang terkait dengan Iran, jika Teheran berusaha membalasa kematian Jenderal Soleimani.
Mahathir mendesak negara Muslim bersatu untuk melindungi diri dari ancaman eksternal.
Zarif selanjutnya mengecam Presiden AS, Donald Trump karena mengancam menyerang 52 situs dan kebudaya Iran, jika Teheran membalas pembunuhan Jenderal Soleimani.