Dengan 352.991 kasus baru, total beban kasus di India telah melampaui 17 juta. Kematian naik dengan rekor 2.812 menjadi total 195.123, menurut data kementerian kesehatan.
Jerman telah mengklasifikasikan India sebagai daerah dengan insiden virus korona yang tinggi dan juga menempatkan negara itu dalam daftar peringatan terpisah untuk varian virus corona.
Baerbock, seorang lulusan hukum internasional, juga membidik Rusia, khususnya dukungannya untuk kelompok pemberontak di Ukraina dan pasukan Rusia yang berkumpul baru-baru ini di sepanjang perbatasan Ukraina.
Vaksin AstraZeneca belum disetujui di AS, yang menimbun jutaan dosis, dan pejabat kesehatan AS mengatakan memiliki cukup dosis versi yang disetujui oleh tiga pembuat obat lain untuk menyuntik semua orang Amerika dalam beberapa minggu mendatang.
Jumlah kasus di India melonjak 349.691 dalam 24 jam terakhir, rekor hari keempat berturut-turut, dan rumah sakit di Delhi dan di seluruh negeri menolak pasien setelah kehabisan oksigen medis dan tempat tidur.
Uni Eropa (UE) menilai China membahayakan perdamaian di Laut China Selatan, dan mendesak semua pihak untuk mematuhi keputusan pengadilan 2016 yang menolak sebagian besar klaim Beijing atas kedaulatan di laut tersebut.
Washington berada di bawah tekanan untuk berbuat lebih banyak membantu India, negara demokrasi terbesar di dunia dan sekutu strategis dalam upaya Presiden Joe Biden untuk melawan China, ketika negara itu bergulat dengan lonjakan infeksi virus corona yang memecahkan rekor.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengapresiasi Ditjen Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM yang secara resmi menetapkan larangan masuknya warga negara India ke Indonesia. Hal ini seiring dengan semakin tingginya angka penularan Covid-19 di negara tersebut.
Pemerintah mesti tegas, bukan hanya melarang WNA asal India, tetapi juga WNA-WNA dari beberapa negara yang terindikasi mengalami kenaikan kasus.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap pemerintah bertindak cepat mengantisipasi fenomena Warga Negara (WN) India yang eksodus ke Indonesia untuk menghindari `tsunami` Covid-19.