Mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu menilai bahwa pondasi keberhasilan sebuah kebijakan berasal data yang akurat. Oleh karena itu, saya ingin kita jamin bahwa kita nggak main-main.
Perkawinan beda agama tidak sejalan dengan konstitusi kita.
Kita berharap target itu bisa dicapai, karena penurunan stunting ini bukan persoalan biasa, kita berharap nanti ada bonus demografi dan Indonesia Emas tercapai, namun jika kasus stunting tidak menjadi perhatian, maka itu akan menjadi impian belaka.
Bapak presiden kan sukanya Rabu Pon, ya sudah Rabu Pon. Kan kita tidak akan mempertanyakan kenapa hari Rabu, kan tidak. Tidak dalam posisi. Soal tanggal, soal hari kebetulan Rabu pon itu kan bukan wilayah yang sebenarnya subtansinya dalam politik juga nggak ada.
Saya kira yang tentu akan dilihat juga adalah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, kita lihat perkembangannya.
Perjuangan kita tidak akan pernah surut karena apa yang kita perjuangkan adalah kebaikan. Karena kami meyakni memperjuangkan kebaikan tidak boleh merasa lelah apalagi merasa kalah. Karena kekuasaan yang kita perjuangkan dengan menjadikan Prabowo Presiden Gerindra Menang sejak awal kita niatkan untuk membela rakyat miskin, orang-orang lemah dan terpinggirkan.
Untuk kasus Meikarta, kita akan minta komisi teknis untuk benar-benar melakukan supervisi, untuk mencari titik masalah, jangan sampai masyarakat banyak dirugikan.
Saya pikir ajang silaturahmi itu jangan dikaitkan dengan manuver politik mana pun karena itu hal biasa di negara kita.
Apa yang ingin saya sampaikan, marilah kita meningkatkan kerukunan, meningkatkan ukhuwah, meningkatkan persatuan. Jangan kita mau diadu domba. Segala kehidupan selalu pikirkan itu, kesejukan, ketenangan. Perbedaan pendapat biasa, jangan menjadi perpecahan. Itu yang saya ingin sampaikan pada kesempatan malam hari ini.
Belum tuntas penyelesaian kasus bentrok berdarah antar kelompok pekerja di perusahaan smelter nikel PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI), dan kasus beking kegiatan tambang ilegal oleh orang dekat presiden, kita sudah dikejutkan lagi dengan kabar dari Bank Indonesia yang menyatakan dolar hasil ekspor barang tambang tidak masuk ke Indonesia.