anak-anak memiliki ruang-ruang keingintahuan yang mau tidak mau lingkungan sekitarnya harus memiliki kreativitas
Perpustakaan Nasional RI berkomitmen menerapkan sistem merit dalam kebijakan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bunda literasi diharapkan dapat menjadi role model yang menginspirasi tumbuhnya kegemaran membaca masyarakat Banyuasin.
Perpustakaan sebagai penyedia informasi, harus tetap eksis dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Membaca tidak sekedar membuka cakrawala berpikir namun merangsang keingintahuan sehingga muncul keinginan untuk melakukan.
Peningkatan literasi di Indonesia membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik yang ada di pusat maupun daerah.
keberadaan perpustakaan dan kemampuan literasi mutlak dimiliki sebagai syarat agar masyarakat Kaltim siap menghadapi persaingan global.
Program ini pada 2019 berhasil dipraktekkan pada 21 perpustakaan provinsi, 60 perpustakaan kabupaten/kota, dan 300 perpustakaan desa.
minat yang tinggi ini tidak tidak sesuai dengan jumlah buku yang dibaca.
Perpustakaan mengapresiasi dengan cara yang ditempuh Gubernur Ali Mazi sekaligus membuktikan dukungan pemerintah daerah terhadap program perpustakaan berbasis inklusi sosial