Pengiriman itu akan menjadi kedatangan kedua bantuan besar-besaran AS dan internasional untuk Venezuela, yang banyak di antaranya tidak memiliki akses ke makanan dan obat-obatan, karena pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara
Pertemuan kedua negara tersebut terjadi beberapa hari setelah sebagian besar negara anggota Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
Dalam eskalasi besar, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Selasa (29/01) menyerahkan rekening bank pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido di Amerika.
Venezuela diguncang protes sejak 10 Januari ketika Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua menyusul boikot pemilihan oposisi.
Legislator oposisi dan mantan duta besar menuduh McCallum melakukan intervensi politik yang tidak dapat diterima dalam kasus yang dapat merusak hubungan antara Kanada dan China.
Pada Rabu, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden. Presiden AS Donald Trump pun mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.
Di hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Guaido, sebagai presiden sementara.
Maduro juga menyayangkan keputusan Guaido yang melibatkan pihak lain dalam urusan negaranya dan menyebut tokoh oposisi Venezuela tersebut sebagai pengkhianat.
Pernyataan Cavusoglu menyusul pengakuan AS terhadap pemimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi sebagai presiden sementara
Majelis Nasional Venezuela yang dikendalikan oposisi membuka sesi legislatif baru pada Sabtu, bersumpah pada seorang pemimpin baru yang menyatakan kepresidenan Nicolas Maduro tidak sah.