Pasalnya, daerah tersebut sulit dijangkau dan memiliki angka buta aksara yang cukup tinggi.
Namun saat ini Kemdikbud sedang menunggu pembaruan (update) data dari satuan pendidikan, yang dibatasi sampai 11 September 2020 mendatang.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Nizam mengatakan Kemdikbud akan membuka kerjasama dengan Google untuk melatih 3.000 mahasiswa di bidang machine learning.
Menurut dia, selama ini perguruan tinggi dan dunia industri belum berjalan beriringan, yang menyebabkan berbagai inovasi perguruan tinggi berakhir di perpustakaan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani menjelaskan, sekitar 60-70 persen mahasiswa yang ditunjuk merupakan mahasiswa calon guru atau LPTK (lembaga pendidik dan tenaga kependidikan).
Angka buta aksara Indonesia mengalami penurunan dari 1,9 persen pada 2018 menjadi 1,78 persen pada 2019.
SMK yang peletakkan batu pertamanya dilakukan Jumat (4/9) itu akan melayani kompetensi keahlian tata bola dan perhotelan. Kedua kompetensi keahlian tersebut akan melengkapi jurusan teknik pesawat terbang yang sudah ada sebelumnya.
Sekretaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan program ini dilakukan untuk mendorong para mahasiswa mencari solusi di daerah masing-masing, agar bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Sekretaris Ditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan, kerja sama tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat penerapan skema penta helix antara inventor, investor, masyarakat, media, dan pemerintah.
Hingga saat ini baru 48 persen dosen dan mahasiswa yang nomor ponselnya sudah divalidasi, untuk mendapatkan kuota paket data dari pemerintah.