Satelit itu akan digunakan untuk keperluan pengawasan udara.
Mantan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi divonis delapan tahun penjara. Fayakhun dinyatakan terbukti melakukan korupsi di lingkungan Bakamla dalam pengadaan alat satelit monitoring.
Berdasarkan citra satelit yang dianalisis Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), laporan itu mencatat 13 dari 20 dugaan tempat tersembunyi.
Kader PDIP, Ali Fahmi Habsyi sebagai salah satu saksi kunci kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) masih misteri.
JPU pada KPK menghadirkan tiga saksi pada sidang perkara dugaan korupsi proyek penganggaran dan pengadaan alat satelit monitoring (satmon) milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk terdakwa Fayakhun Andriadi.
Terdakwa kasus suap satelit Bakamla, Fayakhun Andriadi mengucurkan uang senilai Rp2 miliar pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar DKI Jakarta.
Nama Ali Fahmi alias Fahmi Al-Habsyi disebut sebagai kunci dan yang berperan dalam kasus suap satelit Bakamla. Selain memiliki kedekatan dengan PDIP, Ali Fahmi juga memiliki kedekatan dengan staf khusus Kepala Bakamla Arie Soedewo di bidang anggaran dan perencanaan.
Temuan tersebut konon memungkinkan manusia bertahan hidup di satelit Bumi itu.
Citra satelit dan foto terbaru yang diambil dari helikopter menunjukkan populasi telah menyusut, dengan hanya menyisakan 200.000 penguin
Dua satelit yang berhasil mengudara itu membawa nama Pakistan sebagai salah satu dari sedikit negara yang memiliki satelit pemantau di orbitnya.