Ukraina mendesak NATO untuk mempersiapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan meningkatkan kerja sama militer dengan Kyiv.
AS mengeluarkan sekutu NATO Turki dari program internasional yang memproduksi jet F-35 pada 2019 atas keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara S-400 Rusia yang canggih.
Strategi yang bersifat rahasia ini, melampaui rencana pertahanan regional yang ada dan bertujuan untuk mempersiapkan serangan simultan di wilayah Baltik dan Laut Hitam, termasuk senjata nuklir, peretasan jaringan komputer, atau dari luar angkasa.
Rusia menilai pengusiran delapan diplomat Kremlin oleh NATO, merusak upaya normalisasi dan dialog dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.
Turki, anggota NATO, menentang peringatan AS pada 2017 untuk membeli sistem pertahanan udara S-400, kesepakatan yang dikhawatirkan aliansi Barat akan memungkinkan Rusia mengasah keterampilannya dalam menargetkan pesawat AS dan Eropa Barat.
Anggota NATO, Turki dikeluarkan dari program F-35 dan pejabat pertahanan diberi sanksi setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.
Pemakaman tiruan, ditutupi dengan bendera Prancis dan Inggris juga dibawa di sepanjang jalan melalui kerumunan besar, menandai berakhirnya perang 20 tahun dan jalan keluar yang tergesa-gesa dan memalukan bagi Washington dan sekutunya, NATO.
Menurut rekaman video yang beredar, para pejuang memasuki bandara setelah rombongan terakhir AS lepas landas, satu menit sebelum tengah malam, sekaligus menandai pencapaian memalukan Washington dan sekutu NATO di Afghanistan.
NATO mendesak sejumlah negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, supaya membuka perbatasan darat guna melancarkan proses evakuasi dari negara tersebut.
Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, mengatakan bahwa sekutu NATO harus berkontribusi pada pengelolaan tantangan yang berkembang dari krisis Afghanistan