Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, melakukan perjalanan ke Eropa untuk berkonsultasi dengan sekutu NATO dan mitra Eropa lainnya, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sebelumnya mengatakan kepada mitranya, NATO bahwa ia merencanakan sanksi segera terhadap Putin dan Lavrov.
Rusia menebar ancaman baru kepada Swedia dan Finlandia, ketika Moskow tengah berperang dengan Ukraina. Jumat (25/2) ini menjadi hari kedua Rusia melancarkan invasi ke negara tetangganya itu.
Inggris akan berupaya berkontribusi pada penempatan NATO baru untuk melindungi sekutunya di Eropa jika Rusia menginvasi Ukraina.
Ukraina mendesak NATO untuk mempersiapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan meningkatkan kerja sama militer dengan Kyiv.
AS mengeluarkan sekutu NATO Turki dari program internasional yang memproduksi jet F-35 pada 2019 atas keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara S-400 Rusia yang canggih.
Strategi yang bersifat rahasia ini, melampaui rencana pertahanan regional yang ada dan bertujuan untuk mempersiapkan serangan simultan di wilayah Baltik dan Laut Hitam, termasuk senjata nuklir, peretasan jaringan komputer, atau dari luar angkasa.
Rusia menilai pengusiran delapan diplomat Kremlin oleh NATO, merusak upaya normalisasi dan dialog dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.
Turki, anggota NATO, menentang peringatan AS pada 2017 untuk membeli sistem pertahanan udara S-400, kesepakatan yang dikhawatirkan aliansi Barat akan memungkinkan Rusia mengasah keterampilannya dalam menargetkan pesawat AS dan Eropa Barat.
Anggota NATO, Turki dikeluarkan dari program F-35 dan pejabat pertahanan diberi sanksi setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.