Serangan itu juga menghancurkan 60.000 ton biji-bijian yang akan dikirim melalui Black Sea Grain Initiative 60 hari lalu.
Rusia menyerang pelabuhan Odesa Ukraina dengan rudal dan pesawat tak berawak pada Selasa (18/7).
Suhu di kota Sanbao di Depresi Turpan Xinjiang melonjak setinggi 52,2 derajat Celcius pada hari Minggu
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, kesepakatan pengiriman biji-bijian Laut Hitam harus dilanjutkan dan dapat beroperasi tanpa partisipasi Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut serangan di jembatan yang menghubungkan Rusia selatan ke Krimea sebagai "aksi teroris" Ukraina dan berjanji untuk membalas.
Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai tindakan yang kejam dan tidak masuk akal.
Presiden Vladimir Putin mengatakan berhak menggunakan bom tandan jika amunisi tersebut dikerahkan melawan pasukan Rusia di Ukraina.
AS Salahkan China atas Maraknya Kasus Overdosis Fentanil
China-Rusia Gelar Latihan Militer Bersama di Laut Jepang
Utusan AS Tiba di China, Bahas Masalah Iklim