Hal ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Kim, secara daring pada Rabu (29/9), di tengah kekhawatiran Indonesia dan Malaysia bahwa pakta tersebut akan memicu perlombaan senjata di kawasan.
Kerajaan mendukung upaya internasional memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam jangka pendek dan panjang.
Pengembangan sistem senjata meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Utara, kata KCNA, menggambarkan rudal hipersonik sebagai senjata strategis.
Bennett menyerukan respons lebih lanjut komunitas internasional terhadap Iran dan menambahkan Iran telah melewati semua garis merah.
Akses yang dimaksud ialah memasang kembali kamera seperti yang disepakati bulan ini. Jika tidak, Washington mengancam Teheran akan menghadapi tindakan diplomatik oleh Dewan Gubernur IAEA.
Taiwan perlu memiliki senjata jarak jauh dan akurat untuk mencegah China yang dengan cepat mengembangkan sistemnya untuk menyerang pulau itu.
Rusia berharap negosiasi di Wina antara Iran, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman akan dilanjutkan sesegera mungkin.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Amerika Serikat mulai memasok senjata dan amunisi ke organisasi teroris di Suriah.
Biden juga mengatakan akan kembali pada kesepakatan 2015 untuk mengekang program nuklir Iran, asalkan Teheran melakukan hal yang sama.
Korea Utara telah lama berusaha mengakhiri Perang Korea secara resmi untuk menggantikan gencatan senjata yang menghentikan pertempuran tetapi membiarkannya dan Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS) secara teknis masih berperang.