Selanjutnya keenam pemimpin militer itu akan dituntut di pengadilan internasional dengan dakwaan tindakan genosida terhadap minoritas Rohingya.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Washington akan menerapkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan akan memberlakukan sanksi terkuat dalam sejarah Republik Islam Iran.
Sebagian besar anak-anak dan perempuan, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan militer melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada 25 Agustus 2017.
Presiden Donald Trump memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk mengalihkan pendanaan untuk program-program di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza ke "proyek prioritas tinggi di tempat lain" yang tidak ditentukan.
Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan langkah itu melanggar hukum internasional, resolusi PBB yang relevan, dan merongrong proses perdamaian.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mendalami aliran dana gratifikasi yang mengucur ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan adik kandungnya, Zumi Laza.
Kendati demikian, dia memperingatkan bahwa upaya tersebut tidak serta-merta membuat permasalahan pengungsi di negara Timur Tengah itu berhenti.
Sanksi yang tidak adil dan berbahaya ini menghancurkan perekonomian dan mata uang Iran, membuat masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan dalam APBNP tahun 2018.
Dua kapal nelayan menjadi sasaran para pejuang Saudi dan 13 orang tewas, empat orang terluka dan empat lainnya hilang.