Pasangan calon yang terkenal dengan program Panca Karsa ini memperoleh 912.221 suara atau 41,10 persen.
Partai Golkar tidak mau ambil pusing soal dukungan Partai Demokrat terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Demokrat menggulirkan dukungan terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Selain mantan terpidana korupsi, KPK berharap para calon legislatif yang berlaga dalam Pemilu 2019 mendatang tidak pernah divonis bersalah
Sejumlah calon kepala daerah yang gagal dalam kontestasi di Pilkada 2018 masih memiliki peluang untuk menjadi pejabat publik. Misalnya, Benny K Harman yang gagal di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT).
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tidak sejalan dengan prinsip demokrasi. Hal itu terkait aturan yang dikeluarkan PKS kepada seluruh kader yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) untuk bersedia mengundurkan diri.
Kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) yang lebih cepat untuk mengumumkan maju dalam kontestasi Pilpres 2019 dinilai lebih berpeluang untuk menang.
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) unggul dalam hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasnagan Rindu menang dengan perolehan 32,98 persen.
Jelang pelaksanaan Pemilu 2019, pendaftaran calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dan DPRD akan segera dibuka melalui partai politik ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kendati kalah dari pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dinilai cukup mengejutkan karena mampu meraup 40 persen dukungan suara.