Kebijakan itu di tengah hubungan yang merenggang antara AS dan Arab Saudi menyimusul pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi di Istanbul.
Pangeran Arab malah memilih untuk berpihak pada China. Bahkan, ia menegaskan akan memberikan dukungan terhadap tindakan China dalam memberantas terorisme.
Dalam pertemuan tersebut, Xi meminta MBS untuk menyampaikan salam ramahnya kepada Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.
Pada saat yang sama penjualan senjata ke negara itu sedang dalam pengawasan, karena peran UEA dalam perang yang menghancurkan Yaman.
Belum jelas apakah langkah itu terkait dengan pengaduan yang diajukan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait dengan sengketa Teluk.
Para analis khawatir, transfer teknologi nuklir itu dapat membuka jalan untuk memproduksi senjata nuklir di kerajaan Arab Saudi dan Timur Tengah.
India juga dapat menawarkan layanan diplomatiknya untuk mengurangi ketidakpercayaan antara Arab Saudi dan Iran
Donald Trump mendahului keputusan Kongres AS untuk mempercepat penjualan pembangkit listrik tenaga nuklir AS ke Arab Saudi.
Hingga sekarang, tidak ada yang dilakukan terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi
Ada kekhawatiran akan melanggar hukum AS terkait transfer teknologi.