Menurutnya, program tersebut merupakan program yang sangat tepat sasaran karena kemampuan penyuluh dan petani menentukan maju tidaknya sektor pertanian Indonesia.
Pak Menteri Pertanian sangat mendukung bagaimana pembangunan pertanian Bulukumba maju dari hulu ke hilir, terkoneksi antara dengan pasar dan pembiayaan.
Untuk menunjang hal tersebut sebanyak 90 orang penyuluh juga dibekali Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani yang berisi penguataan kapasitas kelembagaan.
Atase Pendidkan dan Kebudayaan KBRI Tokyo memfasilitasi penandatangan kerja sama antara Kitami Institute of Technology (KIT), Jepang yang berlokasi di utara Hokkaido dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Aplikasi Juru Tani ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penyuluhan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Peningkatan dilakukan melalui kegiatan Online Training Course on Hydroponic Technology of Vegetable Cultivation.
Kementan berperan aktif dalam menyiapan SDM Pertanian melalui pelatihan agar mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan Program Food Estate secara efektif.
Setiap inovasi yang dihasilkan merupakan potensi masa depan yang bisa membuka lapangan kerja dan mengikatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
SDM pertanian juga berkontribusi besar pada peningkatan produktivitas, selain inovasi teknologi dan regulasi.
Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan upaya diversifikasi pangan dengan berfokus pada pangan lokal sumber karbohidrat non beras.