Kesengsaraan Yaman berasal dari pengambilalihan Houthi Sanaa dan bentangan besar lainnya dari wilayah itu, bukan posisi Hadi.
Pembicaraan akan ditengahi PBB, dengan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, dan Houthi yang melekat dengan Iran.
Senat Amerika Serikat (AS) sepakat menarik dukungan dari militer Arab Saudi, yang memimpin agresi melawan kelompok Houthi di Yaman.
Secara khusu pada Minggu (25/11), sebanyak 13 ranjau laut yang diledakkan. Jumlah tersebut sudah termasuk dua jenis ranjau angkatan laut yang ditanam oleh milisi Houthi yang didukung Iran.
Diperkirakan 80 persen dari semua makanan datang melalui kota pelabuhan. Namun muncul kekhawatiran pertempuran yang masih terus berlanjut di wilayah tersebut dapat mengganggu aliran bantuan.
Pemerintah menuduh pemberontak menggunakan warga sipil sebagai tameng di sebelah barat kota Al-Hudaydah.
Arab Saudi dan Amerika Serikat setuju untuk mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, menghentikan aspek memecah-belah dukungan AS terhadap perang yang telah mendorong Yaman ke jurang kelaparan.
PBB mengatakan bahwa sekitar 14 juta orang, atau setengah populasi Yaman, berpotensi di ambang kelaparan dalam bencana buatan manusia.
Kapal tanker minyak Arab Saudi yang membawa minyak senilai USD60 juta atau sekira Rp914 miliar tiba di pelabuhan Aden Yaman pada Senin (29/10).
Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa menyebut kelompok Houthi menculik 20 wartawan dan pekerja media di ibukota Yaman Sanaa, Jumat (26/10) waktu setempat.