Meski untuk sementara AKP masih memimpin polling dengan selisih hampir enam poin di depan partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), namun AKP telah kehilangan dukungan selama beberapa bulan terakhir.
Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRB) dalam laporannya menyebut bahwa Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan sengaja menggunakan kudeta gagal 2016 silam, sebagai strategi licik untuk `pembersihan` massal kelompok oposisi.
Pimpinan perusahaan dan sekutu Erdogan diperkirakan akan tiba di Libya dalam dua minggu ke depan untuk membuat kesepakatan dalam eksplorasi minyak, konstruksi, perbankan dan manufaktur.
Hingga awal pekan lalu, tercatat sudah lebih dari 400 orang yang ditangkap rezim Erdogan, termasuk di antaranya tentara, dokter, dan guru.
Erdogan dianggap terlalu diktatorial. Politisi asal Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) tersebut bahkan tidak membuka diri dengan sindiran atau satire
Kepresidenan Turki mengatakan Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas Libya melalui telepon pada hari Rabu.
Turki kembali mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap 118 orang, sebagian besar anggota militer dan pasukan keamanan, yang diduga terkait dengan upaya kudeta pada 2016.
Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menegaskan kembali dukungan negaranya untuk Palestina
Pasalnya, pemimpin Partai AKP tersebut muncul lewat sambungan video jarak jauh (telekonferensi), yang dikemudian ditampilkan dalam sebuah layar besar.
Mereka membuat pelecehan dengan menciptakan tagar atau hashtag di media sosial yang mengancam akan membunuh dan melakukan pemerkosaan terhadap para oposisi dan kritikus, setelah munculnya isu kudeta.