Hari ini, saya menutup pertemuan Parlemen dengan menyampaikan komitmen parlemen dunia untuk mengatasi krisis air secara bersama-sama.
Ketua DPR RI Puan Maharani menutup jalannya sidang Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF).
Dalam pencarian kita soal solusi air dan sanitasi yang berkelanjutan, saya tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang model-model inovatif dan terukur yang telah berhasil secara internasional, khususnya dalam kemitraan publik-swasta.
Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Nusa Dua, Bali. Saya ingin mengawali sambutan ini dengan memberikan apresiasi atas kehadiran para Ketua, Wakil Ketua, dan anggota parlemen pada Parliamentary Meeting on the Occassion of the 10th World Water Forum 2024.
Forum Air Dunia pun mempertemukan peserta dari semua tingkatan dan bidang. Mulai dari kalangan politik, termasuk pimpinan negara dan parlemen, lembaga multilateral, akademisi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta.
Ketua DPR Puan Maharani mengecek venue atau lokasi Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF).
Forum Air Dunia (World Water Forum/WWF) yang ke-10, pemerintah, parlemen, kalangan swasta dan masyarakat sipil akan berkumpul untuk membahas mengenai pengelolaan air, pada tanggal 19 hingga 21 Mei 2024, di Bali.
Kegiatan Parlemen Kampus menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Pengelolaan Museum Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI.
Nah tentu kita harus merawat menata air bagaimana kita juga jangan sampai air ini menimbulkan konflik. Karena banyak negara sudah mulai ada konflik terhadap air di Sungai Nil, jadi Afrika ini sudah menjadi konflik.
Pada dasarnya, lembaga penjamin kita punya kesamaan. Kami juga memperluas fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjamin polis asuransi melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.