Komite utama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meminta pihak berwenang Myanmar untuk mengakhiri operasi militer melawan Muslim Rohingya, serta memberi mereka hak kewarganegaraan penuh.
Jolie memberi contoh pengungsi perempuan dari Myanmar yang tinggal di Bangladesh yang telah dirugikan dan telah mendapat pelecehan seksual.
Pemerintah Amerika Serikat meminta penyelidikan independen atas tuduhan tentara yang melakukan kekejaman terhadap minoritas Muslim tersebut.
Militer Myanmar mengganti jenderal penanggung jawab negara bagian Rakhine menyusul laporan pemerkosaan dan pembunuhan secara terorganisir.
Aung San Suu Kyi mengatakan DK PBB mengabaikan fakta bahwa isu-isu yang dihadapi Myanmar dan Bangladesh saat ini hanya dapat diselesaikan secara bilateral
DK PBB meminta pemerintah Myanmar untuk memastikan tidak ada penggunaan kekuatan militer berlebihan di Negara Bagian Rakhine
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert mengatakan masalah tersebut telah dibawa ke tingkat otoritas tertinggi di pemerintahan Gedung Putih.
Para badan-badan bantuan kekhawatir atas krisis kemanusiaan yang dihadapai etnis Rohingya, sebab kurangnya tempat tinggal, air, perawatan kesehatan dan sanitasi.
Pengamat mengatakan, Suu Kyi, memilih tidak mengkritik tentara karena takut mendapat serangan balasan dari sebuah institusi kuat yang mengendalikan semua masalah keamanan.
Zaw Htay menghubungkan penundaan Bangladesh dengan uang yang diajukan sejauh ini oleh masyarakat internasional untuk membantu membangun kamp pengungsi raksasa bagi Rohingya.