Korban meninggal disebut mengalami kekerasan. Ada luka-luka ditemukan di tubuh mereka.
Laporan ini merupakan satu-satunya yang disusun berdasarkan pengalaman langsung dari para saksi mata yang menjadi korban perdagangan orang di kapal.
Enam anggota komplotan berhasil diringkus polisi. Mereka kerap menebaskan celurit untuk merampas sepeda motor korban.
Geophysical Observatory Kantor PNG di Port Moresby, mengatakan tidak ada laporan awal kerusakan atau korban dari dekat pusat gempa.
Korban yang hanyut bernama Alvian (17 tahun) warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan.
Jika curah hujan yang mengguyur sejak Minggu pagi hingga sore sudah mereda, maka proses evakuasi terhadap jenazah direncanakan akan dilakukan pada Senin (9/1).
Petugas DVI Polri terakhir mengidentifikasi korban bernama Afriana dan Eti Kurniati berdasarkan struktur gigi dan sampel DNA.
"Bahwa dia telah melakukan hubungan seksual yang cukup lama, susah klimaks dan akhirnya harus tewas dalam keadaan ereksi yang tak bisa dikendalikan," cerita dari teman korban.
Perbuatan terdakwa menyebabkan cedera pada kedua mata korban, tangan, kaki, organ dalaman, pendarahan beku di bawah kulit, bintik pendaharan di hadapan otak, patah tulang, patah belikat kiri dan cedera pada paru-paru.