Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negaranya akan memiliki vaksin virus corona baru (Covid-19) pada akhir tahun ini.
Trump sedang menugaskan mata-mata untuk mencari tahu lebih lanjut asal-usul virus, yang pada awalnya disebut muncul di pasar Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotis, tetapi sekarang diperkirakan berasal dari laboratorium penelitian virus di dekatnya.
Pompeo mengatakan setuju dengan pernyataan intelijen AS bahwa COVID-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik berdasarkan pada konsensus ilmiah yang luas.
Trump mengklaim sudah melihat bukti untuk membuktikan bahwa pandemi COVID-19 menyebar dari Institut Virologi Wuhan.
Rencana aneksasi Tepi Barat yang diduduki adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan memiliki konsekuensi besar bagi rezim tersebut.
Di New York City, pusat wabah, lebih dari 18.000 orang meninggal sejauh ini.
Trump mengibaratkan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut seperti agen hubungan masyarakat (humas).
Kepada wartawan, Trump menyatakan bawah kemungkinan virus corona berasal dari laboratorium virologi China, tetapi menolak untuk menjelaskan memberikan bukti.
Padahal sebelumnya ia getol menolak keputusan Presiden AS Donald Trump pada 2017 silam, untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.