Salah satu pelayan pribadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru (Covid-19) pada Kamis (7/5).
AS juga akan segera mengurangi kehadiran Angkatan Lautnya di Teluk Persia, dan menambahkan bahwa dua skuadron jet tempur telah meninggalkan wilayah itu.
Trump lebih lanjut mengatakan, pandemi COVID-19 seharusnya tidak pernah terjadi dan bahkan bisa dihentikan pada sumbernya di China sebelum menular ke negara lain.
Kebijakan ilegal AS sudah menghalangi perjuangan Iran melawan virus baru, menyoroti "kerusakan serius" yang ditimbulkan oleh infeksi pada Republik Islam.
Beijing dan Washington berulang kali berselisih soal penyebaran virus dan asal-usulnya, yang semakin meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Keduanya juga menekankan bahwa Teheran dan Wina siap untuk berbagi pengalaman mereka dan memperkuat kerja sama bersama mereka untuk tujuan itu.
Sejauh ini, Beijing membantah klaim tidak berdasar mengenai asal penyakit menular, yang ditularkan dari satwa liar ke orang-orang di kota Wuhan di Negeri Tirai Bambu akhir tahun lalu.
Caracas menangkap dua warga AS yang bekerja dengan seorang veteran militer Amerika yang bertanggung jawab atas operasi yang digagalkan tersebut.
Milley juga berharap Pemerintah China mengizinkan tim untuk menyelidiki asal usul COVID-19 untuk membantu pengungkapan dari mana virus tersebut berasal.
Selama bertahun-tahun dan melalui sanksi unilateral dan ilegal, AS hanya merampas hak bangsa Iran, tetapi tindakannya juga menimbulkan ancaman besar bagi multilateralisme dan kerja sama internasiona