Rusia telah membantu pasukan Suriah dalam pertempuran yang sedang berlangsung di seluruh negara Arab yang dilanda konflik.
Ketiga cendikiawan itu adalah, Syekh Salman al-Awdah, Awad al-Qarni dan Ali al-Omari.
Maliki pada Senin mengklaim bahwa Houthi telah menembakkan dua rudal balistik ke kota-kota Mekah dan Jeddah, tetapi keduanya telah dicegat oleh pertahanan udara Saudi.
Beberapa pengunjuk rasa dan aktivis hak asasi manusia juga berkumpul di pelabuhan, membawa spanduk bertuliskan, "Tidak untuk berperang."
Desakan itu menyusul meningkatanya ketegangan satu sisi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sisi lain, sekutu Teluknya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan diadakannya KTT Teluk dan Arab di Makkah pada 30 Mei menyusul serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi dan empat kapal di lepas pantai UEA.
Kendati demikian, negara petrominyak tersebut tetap bersikukuh tidak menginginkan perang.
Suriah tidak pernah menggunakan senjata kimia di masa lalu dan tidak akan pernah menggunakannya di masa depan karena negara Arab pada awalnya tidak memiliki senjata seperti itu
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menggelar latihan militer di Laut Arab, dengan regu kapal induk yang diperintahkan ke Teluk Persia
Serangan itu terjadi dua hari setelah empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Saudi, disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).