Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinahkodai Syahrul Yasin Limpo berkomitmen memastikan pembangunan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi saja.
Kementan juga sudah menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan berbagai lembaga negara dan kementerian lain untuk sama-sama terlibat dalam gerakan pembangunan pertanian ke depan.
Kementan telah menyusun perkiraan kebutuhan konsumsi cabai dan bawang berikut produksinya hingga level kabupaten/kota.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan RPIH komoditas bawang putih sebanyak 103.000 ton dari Cina untuk 10 perusahaan baru.
Kementan sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar Rp50 triliun.
Kementan juga mendorong petani atau pelaku usaha untuk memanfaatkan prmodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis tahun 2020, kinerja ekspor produk hortikultura bisa terdongkrak hingga Rp10,2 triliun.
Kementan memperkenalkan instrumen peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk memprediksi ketersediaan komoditas pangan pokok selama tiga bulan ke depan.
Kemendag dan Kementan memperkuat sinergi untuk mencapai surplus neraca perdagangan dengan pertumbuhan ekspor nonmigas.
“Kami ingin sinergi antara apa yang ingin kita kembangkan di Bulog dengan pengembangan UMKM,” kata Spudnik