Bulan lalu, Kepala Eksportir Senjata Negara Rusia, Rosoboronexport mengatakan, Moskow berharap segera menyegel kesepakatan untuk memasok Turki lebih banyak sistem S-400 pada paruh pertama tahun depan.
Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara dari Rusia
Sebanyak 400 aparatur sipil negara (ASN), menjelang sore memenuhi Gedung Pertemuan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo, 26 November 2019
Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara dari Rusia
AS menganggap sistem tersebut dapat digunakan secara diam-diam Rusia untuk mengambil informasi rahasia. Selain itu, S-400 dinilai tidak kompatibel dengan sistem NATO.
Ankara menyebut permintaan Gedung Putih tersebut tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hak kedaulatan Ankara.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, ini pertama kali Moskow menyebarkan sistem rudal S-400 yang canggih dalam latihan militer di luar negeri.
Mampu menangani target pada jarak 400 kilometer dan pada ketinggian hingga 30 kilometer, sistem rudal dapat menghancurkan pesawat serta rudal jelajah dan balistik.
Pada 2016, peserta pameran meningkat menjadi 130an peserta, 2017 menjadi 158 peserta, 2018 sebanyak 300 peserta, dan pada 2019 menembus 400 peserta.